Reklamasi Untuk Siapa ? Sebuah Ironi di Negeri Demokrasi

Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak di antara benua Asia dan Australia. Posisinya yang dilewati oleh garis khatulistiwa membuat Indonesia memiliki iklim tropis. Sebagai konsekuensinya, Indonesia memiliki kekayaan flora dan fauna yang beraneka ragam dan banyak memiliki gunung vulkanik yang masih aktif.  Dengan demikian Indonesia juga memiliki tanah yang sangat subur dan sumber daya alam yang melimpah.

Indonesia menyatakan dirinya sebagai negara kepulauan kepada dunia internasional melalui Deklarasi Juanda. Dalam deklarasi ini dinyatakan bahwa Indonesia menganut prinsip-prinsip negara kepulauan (Archipelagic State). Hal ini merupakan konsekuensi logis dari kondisi geografis Indonesia yang memiliki pulau berjumlah lebih dari 17.000 buah dan menjadikan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia.

Akan tetapi kondisi geografis dengan jumlah pulau yang sangat banyak seperti itu, dirasa belum cukup oleh para oknum pemegang kebijakan publik di tanah air. Hal itu ditunjukkan dengan adanya kebijakan usaha melakukan reklamasi di Indonesia. Contohnya reklamasi di Teluk Benoa Bali dan Teluk Jakarta.

reklamasi teluk jakarta

Sebelumnya kita bahas dulu apa itu reklamasi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, reklamasi adalah usaha memperluas tanah (pertanian) dengan memanfaatkan daerah yang semula tidak berguna (misalnya dengan cara menguruk daerah rawa-rawa). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2007 Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil dan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 122 Tahun 2012 Tentang Reklamasi Di Wilayah Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil, memberikan pengertian reklamasi adalah kegiatan yang dilakukan oleh orang dalam rangka meningkatkan manfaat sumber daya lahan ditinjau dari sudut lingkungan dan sosial ekonomi dengan cara pengurugan, pengeringan lahan atau drainase.

Kebijakan reklamasi ini menjadi polemik dan mendapat pertentangan oleh berbagai kalangan. Masyarakat menilai bahwa reklamasi akan merusak lingkungan dan juga akan merugikan masyarakat secara ekonomi. Terutama bagi para nelayan yang setiap harinya mencari ikan di laut, karena dengan adanya reklamasi ini akan merubah jalur melaut para nelayan dan merusak ekosistem laut karena tanah yang digunakan akan menguruk dasar laut sehingga banyak terumbu karang yang mati.

Hal tersebut dikuatkan dengan putusan PTUN Jakarta Nomor: 193/G/LH/2015/PTUN-JKT yang salah satu amar putusannya menyatakan bahwa menyatakan batal atau tidak sah Keputusan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor : 2238 Tahun 2014 Tentang Pemberian Izin Pelaksanaan Reklamasi Pulau G Kepada PT. Muara Wisesa Samudra tertanggal 23 Desember 2014. Dalam pertimbangan hakim alasan pembatalan ini adalah dampak sosial, budaya, dan juga ekonomi yang terjadi dengan adanya reklamasi.

Kebijakan reklamasi dinilai hanya menguntungkan sebagian golongan masyarakat saja, dikarenakan tidak semua kalangan masyarakat dapat merasakan manfaat adanya reklamasi. Karena rencana reklamasi sering kali digunakan untuk membangun apartemen dan fasilitas mewah yang hanya dapat dinikmati oleh kalangan orang-orang kaya saja.

Dilihat dari perspektif konstitusi, berdasarkan Pasal 28H (1) menyebutkan bahwa, setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. Kemudian dalam Pasal 28D ayat (2) menyebutkan, setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja.

Melihat hak-hak konstitusi tersebut maka negara sudah seharusnya memiliki kewajiban untuk menghormati, melindungi dan memenuhi hak dari warga negaranya. Sehingga jika suatu kebijakan dinilai merugikan hak konstitusional masyarakat secara luas maka kebijakan tersebut sudah seharusnya dihentikan karena dinilai inkonstitusional.

Jadi jika memang seperti ini kondisinya, apakah memang kebijakan reklamasi khususnya di Teluk Jakarta bermanfaat untuk lingkungan dan masyarakat secara luas atau hanya mengakomodir kepentingan segelintir orang yang memiliki keuangan yang melimpah?

Manchester City Belanja Rp 3,8 T dan Kalahkan Rekor Madrid

Manchester City Belanja Rp 3,8 T dan Kalahkan Rekor Madrid

Delapan tahun silam Real Madrid membuat rekor sekaligus menggemparkan dunia sepakbola dengan belanja besar-besarannya. Uang yang dihabiskan di musim panas tersebut sekarang dikalahkan oleh Manchester City.

Madrid sudah membangun skuat penuh bintangnya sejak awal periode 2000-an. Namun musim panas 2009 akan selalu diingat suporter Los Merengues terkait dengan banyaknya pemain bintang berharga mahal yang datang ke Santiago Bernabeu.

Cristiano Ronaldo adalah satu-satunya yang datang di musim panas tersebut dengan harganya yang menjadi rekor dunia baru, sebesar 80 juta poundsterling. Padahal sekitar dua pekan sebelumnya Madrid juga membuat rekor transfer ketika memboyong Kaka dari AC Milan sebesar 56 juta poundsterling.

Belanja Madrid tak berhenti di dua pemain itu. Ada juga Xabi Alonso yang diangkut dari Liverpool dengan harga 35 juta poundsterling. Lalu Karim Benzema yang dibanderol AS Monaco dengan banderol 30 juta poundsterling.

Berikutnya adalah Raul Albiol (Valencia), Esteban Granero (Getafq), dan yang terakhir Alvaro Arbeloa (Liverpool).

Jika ditotal, belanja Madrid di musim panas tersebut total menghabiskan 221,5 juta poundsterling. Tak pernah sebelumnya ada sebuah klub yang membelajakan uang sebanyak itu di satu bursa transfer.

Tapi catatan tersebut dipatahkan di musim panas ini. Manchester City yang melakukannya, setelah total mereka menghabiskan 221,7 pound sterling.

Yang menarik, jika Madrid menghabiskan kebanyakan uangnya untuk pemain depan, City justru sebaliknya. Banyak uang dipakai untuk membeli pemain bertipe bertahan (plus kiper).

City malah dua kali memecahkan rekor bek termahal dunia. Pertama saat membeli Kyle Walker dari Tottenham Hotspur (45 juta pound sterling) dan dilanjutkan dengan pembelian Benjamin Mendy dari AS Monaco (49,3 juta pound sterling).

Itu belum termasuk Ederson yang dijadikan kiper termahal di dunia. Dari Benfica dia ditebus dengan harga 34 juta pound sterling. Bek paling murah yang dibeli City pada musim panas ini adalah Eric Garcia dengan harga 1,45 juta pound sterling.

Jika ditotal, belanja City di bursa transfer musim panas ini sudah mencapai 221,7 juta pound sterling.

Angka tersebut bisa bertambahkan mendekati 300 juta poundsterling kalau The Citizens berhasil mendapatkan Alexis Sanchez dari Arsenal.

Belanja Real Madrid di Musim Panas 2009 (221,5 juta pound sterling)
1. Cristiano Ronaldo (Manchester United, 80 juta pound sterling)
2. Kaka (AC Milan, 56 juta pound sterling)
3. Xabi Alonso (Liverpool, 35m juta pound sterling)
4. Karim Benzema (Lyon, 30m juta pound sterling)
5. Raul Albiol (Valencia, 13m juta pound sterling)
6. Esteban Granero (Getafe, 4 juta pound sterling)
7. Alvaro Arbeloa (Liverpool, 3,5 juta pound sterling)

Belanja Manchester City di Musim Panas 2017 (221,7 juta pound sterling)
1. Kyle Walker (Tottenham Hotspur, 54 juta pound sterling)
2. Benjamin Mendy (Monaco, 52 juta pound sterling)
3. Bernardo Silva (Monaco, 43 juta pound sterling)
4. Ederson (Benfica, 35 juta pound sterling)
5. Danilo (Real Madrid, 27 juta pound sterling)
6. Douglas Luiz (Vasco Da Gama, 10,7 juta pound sterling)

James Berterima Kasih kepada Fans Madrid

James Berterima Kasih kepada Fans Madrid

James Rodriguez memang sedang tak menjalani kariernya dengan baik di Real Madrid. Tapi, dia tetap berterima kasih atas pengalaman yang didapat serta dukungan dari fans.

Dibeli mahal dari AS Monaco pada 2014 dengan banderol 70 juta euro, James gagal menunjukkan performa terbaiknya bersama Madrid. Cuma di musim pertamanya saat Madrid dilatih Carlo Ancelotti, James bisa bersinar dengan torehan 17 gol dari 46 penampilan.

Di dua musim terakhirnya, khusus sejak kedatangan Rafael Benitez dan lantas berganti ke Zinedine Zidane, James kehilangan tempatnya di tim utama. Sejak musim 2015/2016, James rata-rata hanya tampil 32 kali dan lebih banyak dari bangku cadangan.

Dengan Piala Dunia 2018 tinggal berjarak setahun lagi maka mau tak mau James harus mencari klub yang bisa memberinya jaminan tempat utama. Setelah dikait-kaitkan dengan Manchester United, Juventus, dan Chelsea, James akhirnya memilih Bayern Munich.

Pemain 25 tahun itu akan menjalani dua tahun masa peminjaman dengan opsi kontrak permanen di Bayern. Meski kariernya tak berjalan mulus di Madrid, James tetap mengucapkan terima kasih khususnya kepada suporter Madrid serta trofi yang didapat di sana.

“Kepada Madridistas, saya sangat berterima kasih atas segala momen indah yang kita jalani selama tiga tahun yang indah ini,” ujar James lewat akun Instagram-nya.

“Saya sangat bahagia bisa mengenakan seragam ini, yang mana saya kenakan dengan penuh kebanggaan, dan saya hanya bisa mengucapkan terima kasih atas segala cinta yang diberikan, ini adalah pengalaman terbaik saya. Terima kasih atas segalanya!”

James selama tiga musim membela Madrid membuat 36 gol dan 41 assist dari 111 penampilan. Dia juga mendapat dua gelar Liga Champions, satu gelar La Liga, dua Piala Super Eropa, dan dua Piala Dunia Antarklub.